Jumat, 20 Januari 2012
MGMP MATEMATIKA SMP DKI JAKARTA: Jadwal Pelaksanaan TUKPD Tahap 1 & 2 SMP/MTs
MGMP MATEMATIKA SMP DKI JAKARTA: Jadwal Pelaksanaan TUKPD Tahap 1 & 2 SMP/MTs: No. Mata Pelajaran Waktu Pelaksanaan ...
Rabu, 18 Januari 2012
NASKAH PIDATO KARYA SISWA
Naskah Pidato 2
Karya Irna Yulianti kelas IX-3 SMPN 140 Jakarta
Pendengar : Guru dan teman di kelas
Tema : Persiapan UAN
Assalamu'alaikum. Wr.Wb.
yang saya hormati guru Bahasa Indonesia dan teman-teman yang saya sayangi. Puji syukur ke hadirat Allah SWT saya bisa berdiri di sini bersama orang-orang yang saya sayangi.
Teman-teman, belajar memang tidak selalu menyenagkan, tetapi kunci dari segala keinginan sukses itu adalah belajar. Walau kita sering sekali mengeluh karena ada beberapa pelajaran yang sulit sehingga teman-teman kurang menghiraukannya.
Teman-teman, Uan sudah diambang pintu dan satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah belajar. Keinginan untuk sukses itu mari kita gapai dengan belajar yang giat dan serius. Untuk bisa giaat dan serius, kita harus punya semangat untuk mencapai cita-cita.
Teman-teman, mari kita semangat untuk menghadapi masa depan yang sukses bagi kita semua!
Teman-teman, intinya jangan pernah takut atas apa yang sedang kita hadapi, seperti UAN. UAN bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dihadapi. Seperti kata pepatah " Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Semoga, semua yang saya sampaikan kali ini bisa memberikan motivasi kepada teman-teman semua untuk tetap bersemangat menghadapi UAN. Masa depan di tangan kita: SEMANGAT! SEMANGAT! SEMANGAT!
Teman-teman dan Bapak/Ibu guru, kiranya cukup sekian. Maafkan bila ada kata-kata yang salah. Wassalamu;alaikum. Wr.Wb
Karya Irna Yulianti kelas IX-3 SMPN 140 Jakarta
Pendengar : Guru dan teman di kelas
Tema : Persiapan UAN
Assalamu'alaikum. Wr.Wb.
yang saya hormati guru Bahasa Indonesia dan teman-teman yang saya sayangi. Puji syukur ke hadirat Allah SWT saya bisa berdiri di sini bersama orang-orang yang saya sayangi.
Teman-teman, belajar memang tidak selalu menyenagkan, tetapi kunci dari segala keinginan sukses itu adalah belajar. Walau kita sering sekali mengeluh karena ada beberapa pelajaran yang sulit sehingga teman-teman kurang menghiraukannya.
Teman-teman, Uan sudah diambang pintu dan satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah belajar. Keinginan untuk sukses itu mari kita gapai dengan belajar yang giat dan serius. Untuk bisa giaat dan serius, kita harus punya semangat untuk mencapai cita-cita.
Teman-teman, mari kita semangat untuk menghadapi masa depan yang sukses bagi kita semua!
Teman-teman, intinya jangan pernah takut atas apa yang sedang kita hadapi, seperti UAN. UAN bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dihadapi. Seperti kata pepatah " Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Semoga, semua yang saya sampaikan kali ini bisa memberikan motivasi kepada teman-teman semua untuk tetap bersemangat menghadapi UAN. Masa depan di tangan kita: SEMANGAT! SEMANGAT! SEMANGAT!
Teman-teman dan Bapak/Ibu guru, kiranya cukup sekian. Maafkan bila ada kata-kata yang salah. Wassalamu;alaikum. Wr.Wb
NASKAH PIDATO KARYA SISWA
Naskah Pidato 1.
Karya Ratih Widya kelas IX-3 SMPN 140 Jakarta Utara
Pendengar : Guru dan teman-teman di kelas
Tema : Persiapan Menjelang UAN
Assalamu'alaikum, Wr.Wb
Yang terhormat Bapak dan Ibu guru
serta teman-teman yang saya sayangi.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan bagi ita semua, sehingga kita dapat berkumpul di kelas IX-3 yang kita cintai ini.
Dalam rangka menyambut Ujian Akhir Nasional, saya ingin memotivasi teman-teman semua. Teman-teman, memang belajar kadang membuat kita menjadi bosan, tetapi kata belajar tidak asing dari seorang pelajar. Karena belajar adalah kunci keberhasilan dan dengan belajar pula kita mengetahui berbagai hal.
Teman-teman, kita dapat belajar dengan menyenangkan, yaitu dengan caara kita sendiri untuk mempermudah belajar sehingga dapat menjalankan kewajiban seorang pelajar dan memperoleh hasil yang memuaskan jika dijalankan dengan baik, sungguh-sungguh, dan ada niat yang baik.
Harapan saya, teman-teman dapat menjalankan kewajibannya dengan penuh semangat dan penuh perjuangan untuk masa depan yang akan datang.
Demikian dari saya, terimakasih atas perhatiannya mohon maaf atas segala kekuarangan.
Wassalamu'alaikum. Wr.Wb.
Karya Ratih Widya kelas IX-3 SMPN 140 Jakarta Utara
Pendengar : Guru dan teman-teman di kelas
Tema : Persiapan Menjelang UAN
Assalamu'alaikum, Wr.Wb
Yang terhormat Bapak dan Ibu guru
serta teman-teman yang saya sayangi.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan bagi ita semua, sehingga kita dapat berkumpul di kelas IX-3 yang kita cintai ini.
Dalam rangka menyambut Ujian Akhir Nasional, saya ingin memotivasi teman-teman semua. Teman-teman, memang belajar kadang membuat kita menjadi bosan, tetapi kata belajar tidak asing dari seorang pelajar. Karena belajar adalah kunci keberhasilan dan dengan belajar pula kita mengetahui berbagai hal.
Teman-teman, kita dapat belajar dengan menyenangkan, yaitu dengan caara kita sendiri untuk mempermudah belajar sehingga dapat menjalankan kewajiban seorang pelajar dan memperoleh hasil yang memuaskan jika dijalankan dengan baik, sungguh-sungguh, dan ada niat yang baik.
Harapan saya, teman-teman dapat menjalankan kewajibannya dengan penuh semangat dan penuh perjuangan untuk masa depan yang akan datang.
Demikian dari saya, terimakasih atas perhatiannya mohon maaf atas segala kekuarangan.
Wassalamu'alaikum. Wr.Wb.
Selasa, 27 Desember 2011
MGMP MATEMATIKA SMP DKI JAKARTA: KISI-KISI UN Tahun Pelajaran 2011/2012
MGMP MATEMATIKA SMP DKI JAKARTA: KISI-KISI UN Tahun Pelajaran 2011/2012: Dengan ini kami sampaikan Kisi-Kisi UN Tahun Pelajaran 2011/2012 untuk : SD-MI dan SMP-MTs-SMPLB, SMA-MA-SMALB dan SMK , kepada seluruh ...
Senin, 26 Desember 2011
TIMBANGAN BUKU
Judul : Mengenal Penelitian Tindakan Kelas
Pengarang : Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama
Penerbit : Indeks
Tahun Terbit : 2011
Jumlah halaman: 472
Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) merupakan salah satu bentuk karya ilmiah yang dapat dibuat oleh guru dalam pengembangan kompetensinya. Bahkan, Depdikbud menerapkan kebijakan pada tahun 2012 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang menjadi persyaratan kenaikan pangkat guru. Dampaknya, segala hal tentang PTK menjadi sangat penting belakangan ini.
Buku yang dapat menjadi salah satu acuan bagi guru yang ingin melakukan PTK ini memiliki 11 bagian . Beberapa bagian ditulis dengan tujuan memotivasi guru untuk melakukan PTK, yaitu bagian 1. Alasan Guru Takut Melakukan PTK, 3. Manfaat PTK bagi guru. Berbeda dengan buku sejenis yang lainnya, kedua bagian tersebut terasa ditulis bedasarkan pengalaman pribadi penulisnya yang juga berprofesi sebagai guru, sehingga isinya mengena dan tidak mengada-ada .
Sembilan bagian yang lainnya merupakan rangkaian petunjuk teknis melakukan PTK. Diawali dengan Definisi Penelitian Tindakan Kelas, Model PTK, Persiapan PTK, Langkah-langkah PTK, Pembuatan Proposal PTK, Pengumpulan data PTK, Validitas penelitian, Syarat Keberhasilan, dan Penutup. Penulis terasa ingin betul membuat segala hal mengenai PTK ini dipahami secara gamblang. Bahasa yang ringkas, ringan, dan ilustrasi memang membantu pembaca dalam memahami isi buku. Sayangnya, ada pengulangan yang agak mengganggu kelancaran membaca pada bagian yang mengulas definisi dan model PTK.
Buku ini memiliki keunggulan dibandingkan buku mengenai PTK yang lain yaitu adanya contoh PTK yang telah teruji validitasnya karena telah memenangkan lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran pada Tahun 2008 dan Laporan PTK Pendidikan Luar Biasa. Selain itu disertakan pula contoh proposal PTK, dan contoh PTK yang digunakan sebagai syarat kenaikan pangkat. Tentu saja contoh-contoh tersebut tidak disertakan dengan tujuan untuk dicopy paste melainkan sebagai penjelas dari teknis yang telah dibahas. Pada bagian akhir, buku ini juga menyertakan PP No 74 Tahun 2008 tentang guru. Sebuah upaya sosialisasi PP yang patut dihargai.
Penelitian Tindakan Kelas merupakan sebuah penegasan atas kompetensi guru, karenanya guru sebagai pembelajar abadi patut memperoleh pemahaman yang jelas mengenai hal tersebut. Buku ini mungkin merupakan salah satu sarana menuju ke pemahaman dan akhirnya Penelitian Tindakan Kelas yang berkualitas.
Jakarta, 26 Desember 2011
Judul : Mengenal Penelitian Tindakan Kelas
Pengarang : Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama
Penerbit : Indeks
Tahun Terbit : 2011
Jumlah halaman: 472
Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) merupakan salah satu bentuk karya ilmiah yang dapat dibuat oleh guru dalam pengembangan kompetensinya. Bahkan, Depdikbud menerapkan kebijakan pada tahun 2012 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang menjadi persyaratan kenaikan pangkat guru. Dampaknya, segala hal tentang PTK menjadi sangat penting belakangan ini.
Buku yang dapat menjadi salah satu acuan bagi guru yang ingin melakukan PTK ini memiliki 11 bagian . Beberapa bagian ditulis dengan tujuan memotivasi guru untuk melakukan PTK, yaitu bagian 1. Alasan Guru Takut Melakukan PTK, 3. Manfaat PTK bagi guru. Berbeda dengan buku sejenis yang lainnya, kedua bagian tersebut terasa ditulis bedasarkan pengalaman pribadi penulisnya yang juga berprofesi sebagai guru, sehingga isinya mengena dan tidak mengada-ada .
Sembilan bagian yang lainnya merupakan rangkaian petunjuk teknis melakukan PTK. Diawali dengan Definisi Penelitian Tindakan Kelas, Model PTK, Persiapan PTK, Langkah-langkah PTK, Pembuatan Proposal PTK, Pengumpulan data PTK, Validitas penelitian, Syarat Keberhasilan, dan Penutup. Penulis terasa ingin betul membuat segala hal mengenai PTK ini dipahami secara gamblang. Bahasa yang ringkas, ringan, dan ilustrasi memang membantu pembaca dalam memahami isi buku. Sayangnya, ada pengulangan yang agak mengganggu kelancaran membaca pada bagian yang mengulas definisi dan model PTK.
Buku ini memiliki keunggulan dibandingkan buku mengenai PTK yang lain yaitu adanya contoh PTK yang telah teruji validitasnya karena telah memenangkan lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran pada Tahun 2008 dan Laporan PTK Pendidikan Luar Biasa. Selain itu disertakan pula contoh proposal PTK, dan contoh PTK yang digunakan sebagai syarat kenaikan pangkat. Tentu saja contoh-contoh tersebut tidak disertakan dengan tujuan untuk dicopy paste melainkan sebagai penjelas dari teknis yang telah dibahas. Pada bagian akhir, buku ini juga menyertakan PP No 74 Tahun 2008 tentang guru. Sebuah upaya sosialisasi PP yang patut dihargai.
Penelitian Tindakan Kelas merupakan sebuah penegasan atas kompetensi guru, karenanya guru sebagai pembelajar abadi patut memperoleh pemahaman yang jelas mengenai hal tersebut. Buku ini mungkin merupakan salah satu sarana menuju ke pemahaman dan akhirnya Penelitian Tindakan Kelas yang berkualitas.
Jakarta, 26 Desember 2011
Sabtu, 06 Agustus 2011
MGMP MATEMATIKA SMP DKI JAKARTA: 10 Kisah Lucu Penuh Motivasi
MGMP MATEMATIKA SMP DKI JAKARTA: 10 Kisah Lucu Penuh Motivasi: "1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang..."
Kamis, 14 April 2011
BERAMAL DI SEKOLAH

Bukan amal yang besar namun hanya seketika
tetapi amal yang kecil dan terus menerus
Sekolah kami yang megah, berdiri di tengah daerah dengan kesenjangan kesejahteraan yang sangat tinggi. Ada komplek perumahan mewah hingga super mewah yang dikelilingi daerah kumuh dan miskin. Tentu, sebagai sekolah negeri di pinggiran, siswa kami mayoritas berasal dari daerah yang kumuh dan miskin itu.
Data pada arsip sekolah menunjukkan bahwa 80% orangtua siswa bekerja sebagai buruh pabrik, 20 % karyawan swasta dan pegawai negeri. Jangan percaya angka, pengalaman megajarkan pada saya. Tidak sedikit kami temukan orangtua siswa yang menuliskan: buruh pada kolom pekerjaannya , padahal: sudah tidak punya pekerjaan tetap. Kadang bekerja, kadang tidak.
Hal tersebut tentu berakibat pada siswa-siswa kami. Bulan lalu, ada satu anak yang setiap hari mendapatkan tambahan gizi di ruang guru, karena sangat terlihat kekurangan gizi. Bulan ini? Enam siswa. Pada jam istirahat mereka dipanggil untuk memperoleh tambahan gizi berupa nasi, sayur, dan lauk pauknya.
Para siswa tersebut dijaring lewat penglihatan para guru di sekolah, plus kunjungan rumah. Pada awalnya, hasil "penjaringan" itu dibicarakan ke pihak pengambil keputusan tertinggi di sekolah. Sayang, alasan klasik yang dikeluarkan. Memang tidak bisa disalahkan, hanya bisa disayangkan.
Seorang guru senior akhirnya mengambil inisiatif untuk mengumpulkan donatur bagi para siswa yang kekurangan gizi ini. Tak lain dan tak bukan, teman-teman guru lah donatur itu, maka setiap hari ada yang membawa lauk atau sayur untuk para siswa tersebut. Sederhana dan mengena.
Betul, ada siswa lain yang belum terjaring tetapi dari yang kami ketahui ada pula "donatur-donatur" lain: wali kelas mereka. Sungguh, amal para guru ini sedikit tetapi terus menerusnya itu yang menjadikannya banyak dan berlipat ganda balasannya.
Semoga, kelak para siswa itu bisa lebih baik hidupnya dan bisa menyebarkan kebaikan lebih dari guru-guru mereka.
Rabu, 12 Januari 2011
Seorang Guru di 2 Januari
Januari tahun ini, sepertinya sulit untuk dilupakan begitu saja sebagaimana Januari tahun lalu, untuk kami di sekolah. Selisih 4 hari: tahun lalu tanggal 7 Januari, tahun ini 11 Januari. Ini tentang apa? Seorang teman kami, guru perempuan yang sangat cerdas dan pekerja keras. Dua Januari ia mengalami kecelakaan. Januari tahun lalu, sepulang kuliah di UNJ Jakarta, saat berusaha mendahului kontainer, motornya oleng dan masuk ke bawah kontainer. Tentu saja lengkap dengan beliau. Lukanya sangat parah, namun Alloh MahaKuasa menyelamatkan Beliau. Januari tahun ini, Beliau belum datang sepagi biasanya. Dan tengah hari kami dikejutkan kabar, bahwa Beliau mengalami kecelakaan lagi. Tergesa, beberapa teman medatangi RSUD Tangerang, tempat polisi mengantar Beliau yang sedang dalam keadaan pingsan.Alhamdulillah, Beliau selamat dengan luka tak seberapa parah.
Dua kecelakaan, satu penyebab. Kelelahan. Mari kita bayangkan (boleh membuka google maps),setiap hari perjalanan dari Tangerang ke Kapuk dengan sepeda motor. Kamis sampai Sabtu kuliah di UNJ sepulang sekolah. Praktis rute menjadi lebih panjang:Tangerang-Kapuk-Rawamangun-Tangerang. Di rumah pun, Beliau adalah ibu rumahtangga dengan dedikasi tinggi. Tidur setelah semua anggota keluarga (termasuk cucunya) tidur. Mengapa? Mengerjakan tugas sekolah dan kuliah.
Mudah-mudahan kita tak menjadi hakim dengan mengkritik ini dan itu pada Beliau. Kita yakin saja bahwa Beliau punya alasan untuk ikhlas menjalani hidup demikian.Kami berharap Beliau diberikan kekuatan dan ketabahan yang lebih lagi dan bagi kami, Beliau adalah contoh dedikasi tak bertepi.
Dua kecelakaan, satu penyebab. Kelelahan. Mari kita bayangkan (boleh membuka google maps),setiap hari perjalanan dari Tangerang ke Kapuk dengan sepeda motor. Kamis sampai Sabtu kuliah di UNJ sepulang sekolah. Praktis rute menjadi lebih panjang:Tangerang-Kapuk-Rawamangun-Tangerang. Di rumah pun, Beliau adalah ibu rumahtangga dengan dedikasi tinggi. Tidur setelah semua anggota keluarga (termasuk cucunya) tidur. Mengapa? Mengerjakan tugas sekolah dan kuliah.
Mudah-mudahan kita tak menjadi hakim dengan mengkritik ini dan itu pada Beliau. Kita yakin saja bahwa Beliau punya alasan untuk ikhlas menjalani hidup demikian.Kami berharap Beliau diberikan kekuatan dan ketabahan yang lebih lagi dan bagi kami, Beliau adalah contoh dedikasi tak bertepi.
Selasa, 02 Februari 2010
Lagu Sepanjang Masa

Smile though your heart is aching
Smile even though it's breaking
When there are clouds in the sky, you'll get by
If you smile through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll see the sun come shining through for you
Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying?
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile
Kamis, 21 Januari 2010
Tribute
Hari ini, satu lagi teman kami pergi. Allah SWT telah membebaskannya dari ujian sakit yang telah begitu lama beliau derita. Hari ini, kami teman-teman beliau, mulai memutar kembali memori panjang kebersamaan. Hari lalu, betapa indahnya. Lantas hari ini? Kami menyertainya dalam suasana sedih penuh keikhlasan.
Saya pernah menghadiri acara silaturahmi PGRI sekecamatan. Waktu itu, guru-guru yang akan pensiun dihadirkan ke panggung untuk menerima bingkisan. aka tampillah guru-guru SD hingga SMU yang memasuki masa pensiun. Beraneka profil mereka saat di panggung. Ada yang masih segar dan gagah, ada yang mulai berjalan pelahan dan menunjukkan keadaan kesehatan yang kurang, ada yang didorong di atas kursi roda, dan ada yang diwakilkan karena sudah tiada.
Salah seorang senior saya turut maju ke panggung. Beliau masih segar dan terlihat paling sehat diantara semua yang ada di panggung. Para tamu di sekitar saya pun terdengar berkomentar untuk Beliau dalam komentar yang positif. "Itu sudah pensiun? Masih sehat ya?" Dan yang menggelitik,"Saya mau seperti Ibu yang itu, pensiun dalam keadaan segar dan hidup."
Penghargaan yang diberikan memang sederhana saja ternyata. Bahan baju. Tapi, saat semua yang hadir memberikan selamat pada mereka yang di panggung. Kaca-kaca di mata saya mulai terasa. Ucapan selamat itulah penghargaan paling bermakna untuk mereka.
Hari ini, penghargaan terasa begitu dalamnya bagi teman kami yang wafat. Apapun yang beliau lakukan dulu di sekolah, bisa menjadi cermin bagi kami. Tentunya dengan mengambil yang baik dan menyimpan yang kurang baik jauh dalam hati saja. Saya mulai meraba, akankah orang datang begitu banyaknya jika tiba saat saya nanti? Teman-teman, murid, kerabat, tetangga, mereka semua akankah datang dengan segenap penghargaan?
(sepenuh hati mengenang Ibu Bachziar :1956--2010)
Saya pernah menghadiri acara silaturahmi PGRI sekecamatan. Waktu itu, guru-guru yang akan pensiun dihadirkan ke panggung untuk menerima bingkisan. aka tampillah guru-guru SD hingga SMU yang memasuki masa pensiun. Beraneka profil mereka saat di panggung. Ada yang masih segar dan gagah, ada yang mulai berjalan pelahan dan menunjukkan keadaan kesehatan yang kurang, ada yang didorong di atas kursi roda, dan ada yang diwakilkan karena sudah tiada.
Salah seorang senior saya turut maju ke panggung. Beliau masih segar dan terlihat paling sehat diantara semua yang ada di panggung. Para tamu di sekitar saya pun terdengar berkomentar untuk Beliau dalam komentar yang positif. "Itu sudah pensiun? Masih sehat ya?" Dan yang menggelitik,"Saya mau seperti Ibu yang itu, pensiun dalam keadaan segar dan hidup."
Penghargaan yang diberikan memang sederhana saja ternyata. Bahan baju. Tapi, saat semua yang hadir memberikan selamat pada mereka yang di panggung. Kaca-kaca di mata saya mulai terasa. Ucapan selamat itulah penghargaan paling bermakna untuk mereka.
Hari ini, penghargaan terasa begitu dalamnya bagi teman kami yang wafat. Apapun yang beliau lakukan dulu di sekolah, bisa menjadi cermin bagi kami. Tentunya dengan mengambil yang baik dan menyimpan yang kurang baik jauh dalam hati saja. Saya mulai meraba, akankah orang datang begitu banyaknya jika tiba saat saya nanti? Teman-teman, murid, kerabat, tetangga, mereka semua akankah datang dengan segenap penghargaan?
(sepenuh hati mengenang Ibu Bachziar :1956--2010)
Rabu, 20 Januari 2010
Penilaian Guru
Hari-hari terakhir ini, para guru di sekolah sedang bersiap-siap. Untuk? Penilaian Kinerja Guru. Biasanya yang dinilai kinerjanya adalah kepala sekolah dan sekarang giliran: guru. Saat sosialisasi kemarin, ada 14 form yang harus diisi oleh penilai yang terdiri dari kepala sekolah, pegawai tata usaha, dan juga siswa.
Ada dua sisi berbeda saat kita menilai kinerja guru. Sisi profesionalisme merupakan satu sisi yang menjadi "dalil penilaian" dan sisi lain? kemanusiaan. Profesionalisme guru memang harus dipertanggungjawabkan. Sisi kemanusiaan para guru pun diuji untuk lapangdada dengan penilaian yang berbeda dari kacamata oranglain (pegawai tata usaha dan para siswa).
Maka, menurut hemat saya tidak hanya RPP, analisis ini itu, media, dan sejenisnya yang perlu dipersiapkan menghadapi PKG. Tapi juga batin, minimal untuk bersabar menerima penilaian yang mungkin mengecewakan dari orang lain yang kita harapkan tadinya tidak menjadi "orang lain" yang sebenarnya.
Ada dua sisi berbeda saat kita menilai kinerja guru. Sisi profesionalisme merupakan satu sisi yang menjadi "dalil penilaian" dan sisi lain? kemanusiaan. Profesionalisme guru memang harus dipertanggungjawabkan. Sisi kemanusiaan para guru pun diuji untuk lapangdada dengan penilaian yang berbeda dari kacamata oranglain (pegawai tata usaha dan para siswa).
Maka, menurut hemat saya tidak hanya RPP, analisis ini itu, media, dan sejenisnya yang perlu dipersiapkan menghadapi PKG. Tapi juga batin, minimal untuk bersabar menerima penilaian yang mungkin mengecewakan dari orang lain yang kita harapkan tadinya tidak menjadi "orang lain" yang sebenarnya.
Jumat, 15 Januari 2010
Hentai yang Mengintai
Beberapa waktu lalu, dari sebuah majalah populer, saya disentakkan dengan informasi bahwa tidak semua komik Jepang itu "bersih dan baik" untuk anak. Disebutkan bahwa jenis komik itu disebut "hentai". Ketidak bersihannya terutama karena gambar yang tidak pantas dilihat anak-anak dan jelas ceritanya yang "sangat dewasa". Waktu membaca hal itu saya masih hanya ber"ooh" saja karena memamg saya hanya melirik Detektif Conan dan Kungfu Boy sebagai komik favorit.
Hari ini, saat menjelajah mencari gambar-gambar kartun yang lucu, saya terkaget-kaget dengan gambar manga yang seksi. Saat saya mengklik "cari gambar sejenis", hampir saya loncat dari kursi karena gambar yang ada: adduuuhhaii. Judul gambar itu "Hentai". Jahatnya, pikiran saya langsung tertuju pada anak-anak saya di sekolah yang akhir-akhir ini banyak mendapat tugas dengan sumber internet. Mudah-mudahan tidak ada yang iseng seperti saya mencari gambar-gambar manga atau anime dan menemukan yang seperti ini.
Sekarang, kita sebagai orangtua yang harus waspada. Anak tidak perlu mencari gambar dengan label "porn" atau semacamnya di dunia maya. Ada hentai yang mengintai jika kita tidak waspada. Pfuuii berat nian ya tugas orangtua masa kini..
Hari ini, saat menjelajah mencari gambar-gambar kartun yang lucu, saya terkaget-kaget dengan gambar manga yang seksi. Saat saya mengklik "cari gambar sejenis", hampir saya loncat dari kursi karena gambar yang ada: adduuuhhaii. Judul gambar itu "Hentai". Jahatnya, pikiran saya langsung tertuju pada anak-anak saya di sekolah yang akhir-akhir ini banyak mendapat tugas dengan sumber internet. Mudah-mudahan tidak ada yang iseng seperti saya mencari gambar-gambar manga atau anime dan menemukan yang seperti ini.
Sekarang, kita sebagai orangtua yang harus waspada. Anak tidak perlu mencari gambar dengan label "porn" atau semacamnya di dunia maya. Ada hentai yang mengintai jika kita tidak waspada. Pfuuii berat nian ya tugas orangtua masa kini..
Rabu, 13 Januari 2010
Pendalaman Materi
Ujian Nasional tinggal menghitung hari atau jika mengambil judul buku pendalaman materi "Detik-Detik Menuju Ujian Nasional". Terlepas dari setuju tidak setuju, kami tetap dihadapkan pada satu kepastian: Ujian Nasional tetap diselenggarakan Maret 2010. Nah, Pendalaman Materi adalah rangkaiannnya.
Dulu. Pendalaman Materi di sekolah saya dinamakan Pengayaan. Oleh para guru diplesetkan menjadi...Penganiayaan. Ya menganiaya anak dan guru sekaligus. Kalau Anda mengajar di sekolah yang serba kecukupan, input siswa bagus, daya dukung bagus, pendalaman materi pasti bukan masalah untuk Anda dan siswa (I hope so). Tapi bagi sekolah kami, saat pendalaman materi benar-benar seperti menganiaya. Anak-anak kami kebanyakan berasal dari daerah minus. Uang saku mereka sangat terbatas bahkan dapat disebut kurang, karena lewat tengah hari biasanya sudah tak ada uang. Maka, seringkali kami hadapi siswa yang tak lagi dapat berkonsentrasi pada pendalaman materi karena lapar.Guru pun teraniaya secara nurani. Kami tahu kondisi anak-anak, tapi kami sulit berbuat banyak.
Pendalaman materi kadang berjalan begitu apa adanya sehingga sasarannya adalah target waktu. Waktu tryout 1. tryout2, ujian semester, dan UN tentunya. Karena targetnya waktu, maka lihatlah, beberapa hari pelaksanaan guru sudah menurun kondisi fisiknya (mengajar dari pagi ditambah pendalaman materi). Adakah penguasaan siswa pada materi yang akan diujikan menjadi lebih dalam? Helaan napas menjadi jawabnya.
Dulu. Pendalaman Materi di sekolah saya dinamakan Pengayaan. Oleh para guru diplesetkan menjadi...Penganiayaan. Ya menganiaya anak dan guru sekaligus. Kalau Anda mengajar di sekolah yang serba kecukupan, input siswa bagus, daya dukung bagus, pendalaman materi pasti bukan masalah untuk Anda dan siswa (I hope so). Tapi bagi sekolah kami, saat pendalaman materi benar-benar seperti menganiaya. Anak-anak kami kebanyakan berasal dari daerah minus. Uang saku mereka sangat terbatas bahkan dapat disebut kurang, karena lewat tengah hari biasanya sudah tak ada uang. Maka, seringkali kami hadapi siswa yang tak lagi dapat berkonsentrasi pada pendalaman materi karena lapar.Guru pun teraniaya secara nurani. Kami tahu kondisi anak-anak, tapi kami sulit berbuat banyak.
Pendalaman materi kadang berjalan begitu apa adanya sehingga sasarannya adalah target waktu. Waktu tryout 1. tryout2, ujian semester, dan UN tentunya. Karena targetnya waktu, maka lihatlah, beberapa hari pelaksanaan guru sudah menurun kondisi fisiknya (mengajar dari pagi ditambah pendalaman materi). Adakah penguasaan siswa pada materi yang akan diujikan menjadi lebih dalam? Helaan napas menjadi jawabnya.
Selasa, 29 Desember 2009
Guru Super Indonesia
Senin, 28 Desember 2009 kemarin, saya dan beberapa teman hadir di acara seminar "Guru Super Indonesia" di Bandung. Penyelenggara acara tersebut adalah Rumah Zakat Indonesia. Narasumbernya? Mario Teguh. Seminar bertempat di Sasana Budaya Ganesha dan dihadiri kurang lebih 1000 guru, se Bandung? Tidak juga, ada guru dari Semarang dan Jakarta.
Menghadiri acara untuk guru selalu menjadi vitamin bagi jiwa saya. Nyaris di semua acara bagi para guru saya lihat antusiasme yang besar. Belajar, berbagi, atau istilah Pak Mario "mendekati yang membaikkan diri" mudah terlihat dari wajah guru yang hadir. Entah acara Klub Guru cabang Jakarta, Konggres Guru dari Sampoerna Teacher Institute, seminar Pusat Bahasa, bahkan di MGMP semua rasanya disambut oleh para guru.
Saat acara di Bandung itu, semangat para guru sudah bisa dilihat saat pendaftaran yang "mengular", pengambilan buku yang juga "mengular" bahkan masuk ke ruangan pun"mengular". Kalau bukan karena semangat, apalagi coba, antri di bawah rinai hujan Bandung?Begitu pun saat diberi kesempatan bertanya. Wuih!
Seminar tersebut adalah seminar motivasi bagaimana agar guru Indonesia menjadi guru "penumbuh bangsa". Guru yang "digugu dan ditiru", guru yang tidak berbuat apapun kecuali kebaikan dan tidak meninggalkan apapun kecuali kebaikan. Selama 5 jam Pak Mario memompakan kembali darah segar motivasi. Terkagum saya, karena setelah istirahat, 95% kursi masih terisi. Ah, guru Indonesia memang super!
Menghadiri acara untuk guru selalu menjadi vitamin bagi jiwa saya. Nyaris di semua acara bagi para guru saya lihat antusiasme yang besar. Belajar, berbagi, atau istilah Pak Mario "mendekati yang membaikkan diri" mudah terlihat dari wajah guru yang hadir. Entah acara Klub Guru cabang Jakarta, Konggres Guru dari Sampoerna Teacher Institute, seminar Pusat Bahasa, bahkan di MGMP semua rasanya disambut oleh para guru.
Saat acara di Bandung itu, semangat para guru sudah bisa dilihat saat pendaftaran yang "mengular", pengambilan buku yang juga "mengular" bahkan masuk ke ruangan pun"mengular". Kalau bukan karena semangat, apalagi coba, antri di bawah rinai hujan Bandung?Begitu pun saat diberi kesempatan bertanya. Wuih!
Seminar tersebut adalah seminar motivasi bagaimana agar guru Indonesia menjadi guru "penumbuh bangsa". Guru yang "digugu dan ditiru", guru yang tidak berbuat apapun kecuali kebaikan dan tidak meninggalkan apapun kecuali kebaikan. Selama 5 jam Pak Mario memompakan kembali darah segar motivasi. Terkagum saya, karena setelah istirahat, 95% kursi masih terisi. Ah, guru Indonesia memang super!
Minggu, 27 Desember 2009
Hujan telah tiba
Sejak sore hingga malam ini hujan mengguyur belum berhenti. Sempat lebat, namun saat ini rintik-rintik saja. Saya yakin, tidak sedikit dari kita yang mulai bersiap menghadang sang hujan. Suami saya contohnya mulai membeli jas hujan (pengganti yang sudah rusak)tetangga mulai memoleskan "anti bocor" di genting dan dinding rumahnya, dan saya sendiri? mulai rajin kembali minum vitamin penambah daya tahan tubuh yang mudah turun selaras dengan hujan yang turun.
Hujan ini selalu menggiring memori saya pada keadaan sekolah tempat saya mengajar. Beberapa bulan lalu, banjir minimal setinggi mata kaki (banjir atau genangan air?) pasti menyapa sejak saya turun dari angkot sampai halaman sekolah. Itu kalau curah hujannya normal. Kalau sedang kebagian rezeki hujan selebat-lebatnya, bisa dipastikan, air akan naik hingga sedikit di atas lutut.
Sekarang, sedikit berlega hati, hujan masih bersahabat dan jalan di depan sekolah sudah ditinggikan. Tahukan Anda berapa lama saya menunggu jalan itu menjadi seperti saat ini? Sebelas tahun. Sebelas tahun dalam teror musim hujan, sebelas tahun merutuki para pejabat yang "tidak becus" mengurus sepotong jalan sepanjang ratusan meter (sekali lagi: ratusan meter, belum masuk hitungan kilo meter). Sebelas tahun yang membuat banyak sahabat bertanya, "Kok mau sih di tempatkan di situ?"
Hujan esok hari bisa saja melebat kembali, airnya merendam mungkin selutut lagi. Tapi sekarang, saya sudah bisa berdamai dengan itu semua. Mau tahu mengapa? Karena menurut penelitian yang saya baca di koran, beberapa tahun ke depan, tanpa hujan pun Jakarta akan terendam air! Muara Baru contoh paling nyata yang pertama. Kapuk (kecuali "The Haves at Pantai Indah Kapuk)contoh kedua. Anda tahu dimana sekolah saya? Di contoh yang kedua tadi.Jadi, saya sudah "sparring partner" dengan hujan selama sebelas tahun dan banjirnya.Selamat Datang Hujan, semoga turun mu membawa keberkahan bagi kami.
Hujan ini selalu menggiring memori saya pada keadaan sekolah tempat saya mengajar. Beberapa bulan lalu, banjir minimal setinggi mata kaki (banjir atau genangan air?) pasti menyapa sejak saya turun dari angkot sampai halaman sekolah. Itu kalau curah hujannya normal. Kalau sedang kebagian rezeki hujan selebat-lebatnya, bisa dipastikan, air akan naik hingga sedikit di atas lutut.
Sekarang, sedikit berlega hati, hujan masih bersahabat dan jalan di depan sekolah sudah ditinggikan. Tahukan Anda berapa lama saya menunggu jalan itu menjadi seperti saat ini? Sebelas tahun. Sebelas tahun dalam teror musim hujan, sebelas tahun merutuki para pejabat yang "tidak becus" mengurus sepotong jalan sepanjang ratusan meter (sekali lagi: ratusan meter, belum masuk hitungan kilo meter). Sebelas tahun yang membuat banyak sahabat bertanya, "Kok mau sih di tempatkan di situ?"
Hujan esok hari bisa saja melebat kembali, airnya merendam mungkin selutut lagi. Tapi sekarang, saya sudah bisa berdamai dengan itu semua. Mau tahu mengapa? Karena menurut penelitian yang saya baca di koran, beberapa tahun ke depan, tanpa hujan pun Jakarta akan terendam air! Muara Baru contoh paling nyata yang pertama. Kapuk (kecuali "The Haves at Pantai Indah Kapuk)contoh kedua. Anda tahu dimana sekolah saya? Di contoh yang kedua tadi.Jadi, saya sudah "sparring partner" dengan hujan selama sebelas tahun dan banjirnya.Selamat Datang Hujan, semoga turun mu membawa keberkahan bagi kami.
Jumat, 25 Desember 2009
Ini Tahun Baru Hijriah Lhoo
Saya seringkali lupa nama-nama bulan hijriah. Nah, mumpung baru saja tahun baru, saya ingin mengingatkan pada diri sendiri nama-nama bulan hijriah itu. Tulisan ini saya unduh dari wikipedia.
Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:
Muharram
Safar
Rabiul awal
Rabiul akhir
Jumadil awal
Jumadil akhir
Rajab
Sya'ban
Ramadhan
Syawal
Dzulkaidah
Dzulhijjah
Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:
Muharram
Safar
Rabiul awal
Rabiul akhir
Jumadil awal
Jumadil akhir
Rajab
Sya'ban
Ramadhan
Syawal
Dzulkaidah
Dzulhijjah
Sebentar Lagi...
Let's see, sebentar lagi tahun akan berganti. Begitukah? Atau, sebentar lagi sudah pagi. Sebentar lagi, ternyata rentang waktunya tidak terlalu jelas ya. Seribu kepala, seribu standar untuk menilai satu pernyataan pendek :Sebentar lagi. Maknanya tentu akan lebih dalam jika setelah "sebentar lagi" dilanjutkan dengan pernyataan lain, misalnya, "Sebentar lagi kiamat!" (aw!!) tentunya intonasi turut mempengaruhi.
Saya sering mendengar kata-kata ini dari murid-murid saya di sekolah. Jika saya mengatakan, "Kumpulkan tugasmu, Nak. Waktu pengerjaan sudah habis." Ramai-ramai mereka ambil suara "Sebentar lagi, Bu!" dengan segala variasi intonasi dan tambahan kata.
Saya sering mendengar kata-kata ini dari murid-murid saya di sekolah. Jika saya mengatakan, "Kumpulkan tugasmu, Nak. Waktu pengerjaan sudah habis." Ramai-ramai mereka ambil suara "Sebentar lagi, Bu!" dengan segala variasi intonasi dan tambahan kata.
Langganan:
Postingan (Atom)